Di fasilitas petrokimia, penghentian tak terduga dari pompa sentrifugal kritis dapat mengakibatkan kerugian yang mencapai ratusan ribu dolar—atau bahkan lebih. Memilih model pompa yang tepat sangat penting untuk mencegah kegagalan yang mahal seperti itu. Standar API 610 mengatur desain, manufaktur, dan pengujian pompa sentrifugal yang digunakan dalam industri minyak bumi, bahan kimia berat, dan gas alam. Di antara ini, pompa sentrifugal overhung OH1 dan OH2 adalah dua jenis umum, masing-masing dengan fitur desain dan aplikasi yang berbeda.
Pompa OH1: Kesederhanaan dan Efisiensi Biaya
Desain pompa OH1 biasanya menggunakan dukungan bantalan tunggal, dengan impeller dipasang pada poros overhung. Konfigurasi ini relatif sederhana dan hemat biaya, sehingga cocok untuk aplikasi dengan laju aliran yang lebih rendah dan persyaratan head sedang. Namun, karena struktur poros kantilevernya, pompa OH1 menunjukkan defleksi poros yang lebih tinggi dan memberikan beban yang lebih besar pada bantalan. Akibatnya, mereka tidak direkomendasikan untuk kondisi pengoperasian bertekanan tinggi atau bersuhu tinggi.
Pompa OH2: Peningkatan Stabilitas dan Keandalan
Sebaliknya, pompa OH2 menampilkan desain antara bantalan, di mana impeller diposisikan di antara dua bantalan pendukung. Pengaturan ini secara signifikan meningkatkan kekakuan poros, mengurangi defleksi, dan meningkatkan stabilitas operasional secara keseluruhan. Pompa OH2 umumnya lebih disukai untuk laju aliran yang lebih tinggi, persyaratan head yang lebih tinggi, dan aplikasi yang menuntut keandalan yang lebih tinggi. Selain itu, desainnya yang seimbang meminimalkan getaran dan tingkat kebisingan selama pengoperasian.
Kriteria Seleksi Utama
Saat menentukan jenis pompa, para insinyur harus mengevaluasi banyak faktor di luar parameter kinerja dasar seperti laju aliran dan head. Pertimbangan penting meliputi:
Untuk aplikasi yang menuntut yang melibatkan tekanan tinggi, suhu ekstrem, atau media agresif, pompa OH2 biasanya menawarkan kinerja yang lebih aman dan lebih dapat diandalkan. Sementara pompa OH1 mungkin menghadirkan biaya awal yang lebih rendah, biaya perawatan mereka seringkali terbukti lebih tinggi dari waktu ke waktu. Desain OH2 sering menunjukkan interval servis yang lebih lama dan mengurangi biaya siklus hidup.
Kesimpulan
Baik pompa overhung API 610 OH1 dan OH2 memainkan peran penting dalam aplikasi industri, dengan masing-masing desain menawarkan keunggulan tertentu. Pilihan optimal tergantung pada evaluasi komprehensif terhadap persyaratan operasional, kondisi lingkungan, dan total biaya kepemilikan. Spesifikasi pompa yang tepat memastikan tidak hanya memenuhi target kinerja tetapi juga mencapai keandalan jangka panjang dan efisiensi ekonomi.
Di fasilitas petrokimia, penghentian tak terduga dari pompa sentrifugal kritis dapat mengakibatkan kerugian yang mencapai ratusan ribu dolar—atau bahkan lebih. Memilih model pompa yang tepat sangat penting untuk mencegah kegagalan yang mahal seperti itu. Standar API 610 mengatur desain, manufaktur, dan pengujian pompa sentrifugal yang digunakan dalam industri minyak bumi, bahan kimia berat, dan gas alam. Di antara ini, pompa sentrifugal overhung OH1 dan OH2 adalah dua jenis umum, masing-masing dengan fitur desain dan aplikasi yang berbeda.
Pompa OH1: Kesederhanaan dan Efisiensi Biaya
Desain pompa OH1 biasanya menggunakan dukungan bantalan tunggal, dengan impeller dipasang pada poros overhung. Konfigurasi ini relatif sederhana dan hemat biaya, sehingga cocok untuk aplikasi dengan laju aliran yang lebih rendah dan persyaratan head sedang. Namun, karena struktur poros kantilevernya, pompa OH1 menunjukkan defleksi poros yang lebih tinggi dan memberikan beban yang lebih besar pada bantalan. Akibatnya, mereka tidak direkomendasikan untuk kondisi pengoperasian bertekanan tinggi atau bersuhu tinggi.
Pompa OH2: Peningkatan Stabilitas dan Keandalan
Sebaliknya, pompa OH2 menampilkan desain antara bantalan, di mana impeller diposisikan di antara dua bantalan pendukung. Pengaturan ini secara signifikan meningkatkan kekakuan poros, mengurangi defleksi, dan meningkatkan stabilitas operasional secara keseluruhan. Pompa OH2 umumnya lebih disukai untuk laju aliran yang lebih tinggi, persyaratan head yang lebih tinggi, dan aplikasi yang menuntut keandalan yang lebih tinggi. Selain itu, desainnya yang seimbang meminimalkan getaran dan tingkat kebisingan selama pengoperasian.
Kriteria Seleksi Utama
Saat menentukan jenis pompa, para insinyur harus mengevaluasi banyak faktor di luar parameter kinerja dasar seperti laju aliran dan head. Pertimbangan penting meliputi:
Untuk aplikasi yang menuntut yang melibatkan tekanan tinggi, suhu ekstrem, atau media agresif, pompa OH2 biasanya menawarkan kinerja yang lebih aman dan lebih dapat diandalkan. Sementara pompa OH1 mungkin menghadirkan biaya awal yang lebih rendah, biaya perawatan mereka seringkali terbukti lebih tinggi dari waktu ke waktu. Desain OH2 sering menunjukkan interval servis yang lebih lama dan mengurangi biaya siklus hidup.
Kesimpulan
Baik pompa overhung API 610 OH1 dan OH2 memainkan peran penting dalam aplikasi industri, dengan masing-masing desain menawarkan keunggulan tertentu. Pilihan optimal tergantung pada evaluasi komprehensif terhadap persyaratan operasional, kondisi lingkungan, dan total biaya kepemilikan. Spesifikasi pompa yang tepat memastikan tidak hanya memenuhi target kinerja tetapi juga mencapai keandalan jangka panjang dan efisiensi ekonomi.